LDR : Light Dependent Relationship

01/07/2011 § 2 Comments

Semakin dewasa kita semakin merasakan beratnya kenyataan hidup, semakin tua semester, kita semakin merasakan beratnya kuliah (curhat). Kondisi saat ini memang secara tidak sadar menjadikan generasi muda bangsa menjadi generasi yang mudah galau. Kalau dipikir secara matang, mungkin ini bisa jadi resource yang luar biasa bagi bangsa, bisa dilihat, baik di homepage Facebook, maupun timeline Twitter, berapa orang yang pasang status galau? Dan bagaimana intensitas status galau tersebut diupdate menjadi status super galau? Saking karena fenomena banyaknya orang – orang mudah galau di luar sana,  Veby sempet bercanda bahwa Indonesia tidak perlu takut kehabisan pasokan listrik, “karena banyaknya orang galau, kita bisa mendirikan PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Galau)”. Such a brilliant idea.haha

Secara detail, galau ga jauh beda dengan brainstorm, sama – sama berpikir keras, sama – sama mencari solusi dari suatu masalah. Namun arah dan tujuannya berbeda. Kalo brainstorm biasanya menghasilkan suatu karya, tapi galau menghasilkan ga tau karena hasilnya terlalu abstrak –..- . begitupun dengan si Ikhwan “Wantok” Luthfi.

Cerita di Timeline Twitter

 @ikhwanluthfi LDR itu ternyata susah ya. Dasar LDR (baca : Long Distance Relationship)

Ya terus tak retweet

bukan tok, LDR itu Light Dependent Resistor RT @ikhwanluthfi LDR itu ternyata susah ya. Dasar LDR (baca : Long Distance Relationship)

Sebenernya si pernyataan gue(berasa aneh bilang gue,kalo bilang aku terkesan maho –..- ) diatas ga salah, emang LDR itu kepanjangan dari Light Dependent Resistor, salah satu komponen elektronika yang berfungsi sebagai hambatan, layaknya resistor biasa, namun besar – kecilnya hamabatan tergantung dari intensitas cahaya yang diterima LDR ini. Makannya sering dimanfaatkan untuk lampu jalan,dimana pada saat terang lampu akan mati, dan ketika malam (tidak ada cahaya) lampu akan menyala #kuliahkilatelektro Smile with tongue out

Setelah beberapa hari

@ikhwanluthfi LDR oh LDR (Long Distance Relationship) atau Light Dependent Resistor ya? hanya cahaya cinta yang bisa menentukan segalanya. Hmmm

Gara – gara itu, muncul-lah istilah baru “Light Dependent Relationship”.

Light Dependent Relationship😛 RT @ikhwanluthfi LDR oh LDR (Long Distance Relationship) atau Light Dependent Resistor ya?hanya cahaya cinta

Tapi setelah dibayangkan, Light Dependent Relationship cukup mengerikan juga, kalo secara kasar disamain sama LDR#2(Light Dependent Resistor, kasi nomor biar ga ribet). sistem LDR#3 berfungsi sebagai berikut : ketika tersinari oleh matahari atau cahaya lain dengan λ (panjang gelombang) yang lebih panjang dibanding si Udin (nyambungnya –..- ). Semuanya akan berjalan suram, dan ketika tidak adanya cahaya disekitar mereka, hubungan mereka akan selalu terang benderang menerangi dua sejoli tersebut (lebay hah).

Ya intinya, jangan lupa cuci kaki dan berdoa sebelum tidur. Eh, minum susu juga ding, biar cepet gede #epic

Tagged: , , , , ,

§ 2 Responses to LDR : Light Dependent Relationship

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading LDR : Light Dependent Relationship at .

meta

%d bloggers like this: