Cerita Dibalik Kontes Robot Nasional 2011

24/06/2011 § 1 Comment

Kontes Robot Nasional 2011 memang telah lama usai sejak 12 Juni 2011 lalu, namun dibalik itu terdapat cerita panjang mengenai perjuangan para developer robot Indonesia di ajang KRN 2011, tidak hanya hasil kejuaraan yang menarik untuk dibahas, bukan hanya tentang berita mengenai Politeknik Batam yang menjadi juara KRI 2011, ITB yang menjadi juara KRCI bekaki 2011, IT Telkom yang menjadi juara KRCI beroda 2011, Univesitas Indonesia dengan Panji Asmarabangun-nya yang menjadi juara KRSI 2011 dan PENS yang menjadi juara KRCI battle 2011.

TIM GARUDA UGM AKHIRI DOMINASI PENS DI AJANG KRI

garuda dan pens

Garuda [120] vs [100] P-next ,photo source: facebook.com

Mungkin banyak yang bertanya mengenai kebenaran sub-judul diatas,(bukannya yang mengalahkan PENS itu Politeknik Batam ketika di final ya?). Dan hasil pertandingan tersebut membuat Politeknik Batam menjadi juara KRI 2011 dan berhak mewakili Indonesia di ajang ABU Robocon 2011 di Bangkok, Thailand. Mungkin bisa dibilang iya, tapi sesuatu hal yang menarik terjadi di partai perempat final KRI, yang bisa dibilang merupakan pertandingan terpanas di KRN 2011, antara tuan rumah Universitas Gadjah Mada dengan Garuda-nya melawan P-Next dari PENS Surabaya. Tuan rumah dengan dukungan penuh Gamamania yang berkostum warna merah dan PENS dengan pendukungnya yang menggunakan baju warna hitam (lupa nama pendukungnya apa). Memang tensi pada pertandingan antara Garuda dan P-Next sangat tinggi, itu jelas, Garuda yang jadi juara KRI Regional II berhadapan dengan P-Next,sang juara bertahan, ditambah riuh suara dari kedua belah pendukung tak henti – hentinya dikumadangkan membuat pertandingan itu bagai partai impian pada hari itu.

Tensi yang tinggi itu ternyata jelas berpengaruh terhadap peserta, ketika pertandingan berjalan, entah mungkin karena suasana yang sangat tegang, membuat peserta dari kedua tim sempat terjatuh, kedua tim yang memang terkenal konstan permainannya, pada pertandingan tersebut tampil tidak seperti biasanya, mungkin karena rasa gugup yang dihinggapi kedua belah pihak peserta. Hingga akhirnya pertandingan pun berakhir, Gamamania pun bersorak ketika mengetahui skor akhir pertandingan tersebut adalah 120 – 100 untuk kemenangan Garuda dari UGM. Tapi sesuatu hal menarik terjadi disini, ternyata juri mengetahui bahwa tim dari PENS melakukan hal yang dilarang , yakni dimana robot manual dari PENS diketahui memberikan isyarat pada robot otomatis ketika akan mengangkat Complete Krathong ke river, namun yang disayangkan, pada rule tidak dibahas secara lanjut mengenai sanksi yang didapat mengenai pelanggaran ini.

“hal tersebut (kecurangan) memang tidak diperbolehkan, tapi tidak ada peraturan yg mengatakan, sehingga pertandingan kami ulang” –juri KRI 2011

Mungkin secara awan jika kita melihat peserta melakukan sesuatu yang dilarang oleh peraturan, seharusnya peserta tersebut diberikan skors (pengurangan nilai) bahkan bisa di diskualifikasi, namun yang terjadi adalah keputusan dimana juri memutuskan agar pertandingan diulang (arrrggggghhh Baring teeth smile) . Entah apa yang ada dipikiran para juri tersebut, memang menjadi juri sebuah event sebesar KRN ini sesuatu hal yang luar biasa, tidak gampang pula untuk memutuskan hasil dari suatu pertandingan, apalagi pressure pada pertandingan itu sangat tinggi. Keputusan juri tersebut jelas membuat kecewa Gamamania.

Ketika pertandingan diulang (pada saat itu pertandingan diulang setelah istirahat sholat dzuhur), atmosfer terasa sangat berbeda, serasa tidak ada lagi harapan, dan memang itu yang terjadi, Garuda kalah oleh P-Next, hal ini membuat kesal beberapa Gamamania yang menyesalkan keputusan juri untuk mengulang pertandingan yang telah dimenangkan UGM.
Seperti pada note yang ditulis oleh Pak Lukito (Kajur JTETI UGM), bahwa pertandingan antara Garuda melawan P-Next ini adalah pertandingan yang sangat dramatis. Dimana selama sejarah lomba KRI, belum pernah ada pertandingan yang begitu seru, yang membuat dewan juri sempat berunding cukup lama dan akhirnya membuat keputusan yang mungkin kontroversial, yakni tanding ulang.

255183_1940154676084_1608955801_1924684_4558541_n

gamamania                     241400_1872109360094_1161941753_31768362_4521375_o

                                     photo source: facebook.com

WARFIRE, PEMEGANG REKOR BARU SEPANJANG SEJARAH KRCI BERODA

Kekalahan tim Garuda di ajang KRI seperti memberikan turning point terhadap robot – robot UGM di divisi lainnya, tampil perkasa di babak kualifikasi sehari sebelumnya, satu persatu robot dari UGM pun tumbang, hal ini pun dirasakan oleh Warfire, robot UGM di ajang KRCI Beroda. Di semifinal, Warfire harus mengakui keunggulan robot dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Entah kenapa, Warfire yang pada pertandingan sebelumnya selalu berjalan mulus dalam mematikan lilin dan kembali ke home, pada pertandingan semifinal tak mampu berbuat banyak. Hal ini membuat UGM harus melepaskan gelar juara bertahan pada divisi KRCI beroda yang dipegang oleh robot Iron Fire, robot no. 2 di ajang Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest di Hartford, USA. Karena kekalahan ini, peluang UGM untuk meraih gelar di divisi beroda ditentukan oleh pertandingan perebutan tempat ketiga, dimana UGM bertanding melawan Polteknik Bandung, yang di semifinal kalah oleh robot beroda dari IT Telkom.

Pada perebutan juara ketiga, sesuatu yang menarik terjadi, Warfire beraksi bak kesetanan, (mungkin dia kesal karena ga masuk final Smile with tongue out) dan akhirnya memadamkan api dengan sangat cepat, setelah itu kembali ke home, ternyata poin yang diciptakan oleh Warfire adalah poin tertinggi sepanjang sejarah KRCI Beroda, yakni 0,4 (seinget saya), poin ini pun lebih tinggi dibanding poin robot beroda UGM lainnya yang menjadi juara dunia di ajang Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest di Hartford, USA. Koplax dan Iron Fire, yakni 0,8 dan 1,4 . Ya mungkin rule dan arena yang berbeda antara KRCI dan Tricoll tidak bisa dijadikan patokan perbandingan diatara keduanya, tapi yang menarik adalah sang pemegang rekor nilai tertinggi KRCI Beroda sepanjang sejarah tidak mewakili Indonesia di ajang kontes robot dunia Thumbs up. Siapapun yang menjadi wakil Indonesia diajang Kontes Robot Dunia, saya harap bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Syauqy Nurul Aziz , TE UGM’10

Tagged: , , , , , , , , , , , ,

§ One Response to Cerita Dibalik Kontes Robot Nasional 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Cerita Dibalik Kontes Robot Nasional 2011 at .

meta

%d bloggers like this: