Pemrograman Dasar 30 November 2010 (Array and String)

30/11/2010 § Leave a comment

30 November 2010, hari pertama tatap muka di kelas untuk mata kuliah pemrograman dasar tercinta.haha
kali ini Pak Markus (dosen pemrograman dasar) menjelaskan mengenai Array and String.

ARRAY
Array adalah kumpulan beberapa elemen data dengan tipe yang sama dan dipanggil dengan nama yang sama.Didalam suatu array jumlah komponen banyaknya adalah tetap. Didalam suatu larik atau array setiap komponen ditunjukan oleh suatu indeks yang unik. Indeks dari setiap komponen array menunjukan urutan data atau identitas yang mewakili data yang ada didalamnya.
Logika sederhananya adalah array itu bisa disamakan dengan dua orang dengan nama yang sama didalam suatu komunitas, untuk membedakan antara nama yang satu atau dengan nama yang lain maka diberikan inisial tambahan untuk setiap nama.

bentuk umumnya adalah sebagai berikut,
tipe_data nama_variabel[tipe index];
contoh: int testarray[3];
jadi variabel array dengan nama “testarray” dideklarasikan dapat menampung data bertipe interger, indeks 3 menunjukkan variabel testarray terdiri dari tiga elemen,dimana setiap elemen akan menampung data.
Indeks array dimulai dari nol(0) , sedangkan nomor elemen biasanya dimulai dari satu(1). Nomor elemen dapat dibuat sama dengan nomor indeks dengan memberi indeks satu lebih banyak dari jumlah data yang dibutuhkan, sehingga menjadi :
int testarray[4];

bila diketahui bahwa
int testarray[4] = {2,4,6,8};
Dengan demikian elemen ke-0 akan berisi 2, elemen ke-1 berisi 4,ke-2 berisi 6 dan ke-3 berisi 8.

INISIALISASI ARRAY 1 DIMENSI
Inisialisasi dapat dilakukan bersama dengan deklarasi atau tersendiri. Inisialisasi suatu array adalah dengan meletakkan elemen array di antara tanda kurung kurawal {}, antara elemen yang satu dengan lainnya dipisahkan koma.
int bil[2] = {4,1,8}

bil[0] = 4
bil[1] = 1
bil[2] = 8

Mengakses suatu array dilakukan dengan mengakses salah satu elemennya secara individual dan tidak bisa diakses secara bersamaan kecuali pada saat inisialisasi, misalnya:
testarray[1] = 100;
X = testarray[2];
int array1[5];//deklarasi array1
int array2[5]={1,2,3,4,5};//deklarasi+inisialisasi array2
array1 = array2; //salah (karena elemen didalam array1 dan array2 diakses bersama sama secara langsung)
array1[4]=array2[0];//benar
array1[0]=array2[4];//benar
dua terakhir benar karena elemen didalam array di akses satu persatu secara individual.

Ketika mengakses suatu array, indeks elemen array yang diakses tidak boleh melebihi indeks array pada waktu dideklarasikan, contoh:
int larik[10];//deklarasi array, max ada 10 elemen, yaitu 0 – 9
larik[8]=1;//benar
larik[9]=larik[2];//benar
larik[10]=2;//salah (nah lo, kenapa?) ingat, karena variabel larik hanya mempunyai indeks dari 0 – 9.

karena mengakses array harus secara individual, maka muncul pertanyaan bahwa, bagaimana jika dalam array tersebut terdapat elemen yang sangat banyak? tentu akan sangat capek sekali jika kita mengaksesnya satu persatu, maka digunakanlah perintah bersyarat for untuk mengakalinya, contoh jika kita punya kasus

int alay[6]={1,2,3,4,5,6};
int ajay[6];
kita ingin memindahkan elemen pada alay ke ajay, pasti akan sangat melelahkan jika mengaksesnya dengan inisialisasi satu persatu, mari kita gunakan for

for(i=0;i<6;i++)
{
a[ i ] = b[ i ];
}

jadi dia akan menginisialisasi elemen array satu persatu hingga telah terjadi iterasi sebanyak 9 kali.

untuk operasi bilangan vektor juga sama, kita bisa menggunakan perintah bersyarat for, contoh:
int a[5]={1,2,5,6,7};
int b[5]={8,5,4,3};
int c[5];

jika kita ingin menjumlahkan a+b=c, maka
for(s=0;s<5;s++)
{
c[s]=b[s] + a[s];
}

STRING
String secara simpel dapat kita definisikan sebagai suatu array yang elemen-elemennya adalah karakter (data bertipe char).
Pada C / C++ array karakter dalam suatu string diakhiri dengan bilangan 0 sebesar 8 bit ( 0 atau ‘’).

Suatu string dideklarasikan dan diinisialisasi sebagai berikut:
char teks[7]=“syauqy”;
Statement diatas sama dengan statement berikut:
char teks[8]={‘s’,’y’,’a’,’u’,’q’,’y’,’’};
atau
char teks[8]={‘s’,’y’,’a’,’u’,’q’,’y’,’’};
C++ mempunyai library yang mempunyai fungsi-fungsi pengolah string. Library tersebut ada dalam file cstring
Untuk menggunakannya perlu di-include dalam program:
#include

ARRAY DUA DIMENSI
Dalam matematika, array 2 dimensi ini disebut matriks 2 dimensi
Deklarasi array 2 dimensi dalam C/C++:
unsigned int matriks[2][1];
berarti mendeklarasikan suatu array 2 dimensi dengan jumlah baris = 2 dan jumlah kolom = 1.
dapat kita visualisasikan seperti ini:
matriks 2x1

Array 2 dimensi diinisialisasi dengan cara sebagai berikut:
unsigned int matriks[2][3] = {1,2,3,4,5,6};
Menghasilkan array sbb:
matriks[0][0]=1; matriks[0][1]=2; matriks[0][2]=3;
matriks[1][0]=4; matriks[1][1]=5; matriks[1][2]=6

contoh penjumlahan matriks multi dimensional:

int A[3][3];
int B[3][3];
int C[3][3];

Berapakah hasil dari C = A+B ?
kita tau bahwa inisialisasi elemen pada array harus diakses secara individual, dan kita tahu bahwa akan sangat panjang dan lama untuk mengaksesnya jika kita bercermin pada kasus diatas, maka mari kita gunakan perintah bersyarat for,

Algoritma penjumlahan matriks m x n dengan loop for(misal m adalah baris dan n adalah kolom):

for(i=0;i<m;i++)
{
for(j=0;j<n;j++)
{
c[ i ][ j ]=a[ i ][ j ]+b[ i ][ j ];
}
}

untuk lebih jelasnya, monggo download file presentasinya di sini :PD09-05-Array-String

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pemrograman Dasar 30 November 2010 (Array and String) at .

meta

%d bloggers like this: